Browse By

Cara Awal Membudidayakan Ikan Pedang

www.lumeneclipse.comCara Awal Membudidayakan Ikan Pedang. Tidak dapat dipungkiri bahwa peluang usaha yang dibawa dengan mencoba budi daya ikan hias bisa menjadi sebidang tanah yang menggiurkan. Pasalnya, banyak orang yang mencoba bertani ikan dan mendapat untung besar. Salah satu jenis ikan hias yang sangat perlu dibudidayakan adalah ikan layar atau ikan pedang. Apalagi cara pembiakan ikan pedang ini sangat sederhana.

Bagi yang masih awam, ikan pedang merupakan ikan hias yang berasal dari Brazil dan Amerika Selatan. Mengapa ikan ini dinamai ikan pedang? Karena bentuk tubuh pedang jantan memiliki ekor yang mirip dengan pedang, yaitu sirip bawah ekornya memanjang. Bagaimana Anda memelihara ikan pedang ini? Simak ulasan di bawah ini!

Membudidaya Ikan Pedang di Akuarium

Bagi mereka yang ingin mencoba peruntungan, budidaya ikan pedang bisa menjadi pilihan yang menarik. Karena ikan segar sangat tangguh dan mudah perawatannya. Juga mudah bagi pemula untuk merawatnya.

Menariknya, ikan pedang ini bisa tumbuh hingga 5 inci panjangnya dan bisa hidup sekitar 3 hingga 5 tahun. Apakah itu cukup lama? Bentuk ekornya juga sangat menarik dan unik, tidak pelak banyak pecinta ikan ini. Salah satu media yang cocok untuk penangkaran ikan pedang ini adalah dengan akuarium.

Meski begitu, banyak hal yang perlu Anda perhatikan saat berkembang biak di akuarium ini. Oleh karena itu, mohon jangan sembarangan atau memasukkannya ke dalam akuarium. Cara budidaya ikan pedang di akuarium adalah sebagai berikut:

1. Memberikan Tanaman Pada Akuarium

Saat anda membudidayakan ikan khususnya ikan hias sangat penting untuk mengutamakan kenyamanan ikan. Oleh karena itu, agar ikan dapat bergerak dengan cepat dan berkembang biak dengan baik nantinya, konservasi juga harus dimaksimalkan.

Diantaranya, akuarium dibuat lebih nyaman dengan menyediakan bahan lain yang dibutuhkan ikan. Salah satunya adalah tanaman. Keberadaan tanaman di akuarium ikan pedang sangatlah penting. Manfaatnya sendiri adalah sebagai tempat persembunyian ikan yang sedang tertekan.

Oleh karena itu, untuk memberikan kenyamanan pada ikan, Anda bisa menyebarkan tanaman di sekitar akuarium. Namun, jangan gunakan tanaman secara berlebihan. bila perlu. Mengapa? Karena jika terlalu banyak tumbuhan, pergerakan ikan akan terhambat. Jenis tanaman yang dapat dipilih antara lain Anubius nana, rumput kerdil atau pakis jawa.

Sebenarnya tidak masalah menyediakan substrat seperti benda berpasir, bebatuan atau kayu keras dalam kualitas air. Substrat ini juga dapat mempercantik penampilan ikan di dalam akuarium dan membuatnya terlihat natural. Selain itu, pemberian substrat akan membuat akuarium menyerupai habitat asli ikan.

2. Memastikan Kondisi Air Standar

Saat menumbuhkan ikan layar, penting juga untuk memastikan kondisi air yang ideal. Idealnya, kondisi atau pH air di akuarium harus berkisar antara 6 hingga 8. PH air ini harus dijaga.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengecek pH air ini secara rutin. Untuk mengecek pH air, Anda bisa menggunakan pH meter atau kertas lakmus. Selain keasaman atau pH air, pengelolaan suhu air juga sangat penting. Idealnya suhu air untuk budidaya ikan pedang antara 21-27 derajat Celcius.

Pada saat yang sama, kekerasan air juga perlu diperhatikan. Kesadahan air yang ideal adalah antara 12 dan 30 dGH. Sangat penting untuk memastikan bahwa kualitas air tetap dalam keadaan ideal. Pasalnya, jika suhu air berubah, daya tahan tubuh ikan akan menurun. Perannya membuat ikan rentan terserang penyakit.

3. Menjaga Kebersihan Akuarium

Selain suhu dan pH air, cara penting lainnya untuk membesarkan ikan pedang adalah dengan menjaga akuarium tetap bersih. Idealnya, setidaknya 20% air di akuarium perlu diganti setiap minggu.

Juga ingat bahwa injeksi air ini pun tidak boleh dilakukan secara tidak sengaja. Yang terbaik adalah menyimpan air bekas untuk menggantikan air lama secara terpisah pada siang dan malam hari. Akan lebih baik lagi jika air diganti pada jam 10 pagi.

Selain itu, pemasangan filter air juga sangat penting. Tujuannya untuk mengatur saluran masuk dan keluar air. Selain itu, diperlukan filter untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya debu atau hewan ke dalam akuarium.

Seperti yang kami tunjukkan, ikan pedang ini memiliki karakteristik aktif yang membuatnya lebih sering berenang di atas air. Untuk mengantisipasi pergerakan ikan (seperti kemungkinan melompat keluar), akuarium perlu ditutup.

4. Memilih Indukan Ikan Bagus

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum budidaya ikan tentunya adalah memilih ikan yang akan dijadikan indukan. Memilih indukan yang berkualitas tinggi merupakan salah satu cara penting dalam budidaya ikan pedang. Mengapa? Karena ini akan menentukan hasil budidaya di masa depan.

Indukan ikan pedang yang baik antara lain memiliki gonad yang sudah matang atau sifat siap kawin, badan sehat dan tidak cacat. Bagi yang pemula tentunya masih bingung tentang perbedaan ikan jantan dan betina?

Oleh karena itu, terdapat perbedaan antara ikan pedang jantan dan ikan pedang betina. Namun perbedaannya sebenarnya mudah dikenali. Perbedaan ini misalnya pada kuda jantan terdapat limfoma atau tonjolan di punggung sirip perut yang panjang.

Ciri lainnya adalah bodi yang lebih ramping dan warna tubuh cerah yang menjadi ciri khasnya yaitu sirip punggung lebih panjang. Kepalanya sendiri juga lebih besar.

Ciri khas ikan pedang betina adalah tidak memiliki kelenjar getah bening di bagian belakang sirip perut, melainkan berupa sirip yang tipis. Bentuk tubuhnya juga terlihat gemuk, dan warna kulitnya kusam. Berbeda dengan ikan jantan, siripnya lebih pendek. Kepalanya sendiri sedikit runcing. Mudah?

Baca Juga:

Cara Membudidaya Ikan Gurame di Berbagai Tempat

Membudidaya Ikan Pedang Di Ember

Bagi para pemula yang ingin membudidayakan ikan layar namun terkendala biaya, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Anda bisa menggunakan media sederhana untuk bercocok tanam, yaitu menggunakan ember. Ini karena ikan pedang merupakan ikan segar yang bisa dibudidayakan dimana-mana.

Cara pengolahan budidaya ikan pedang dalam tong sebenarnya sama dengan cara pengolahan ikan pedang di media lain. Namun, Anda perlu mewaspadai beberapa hal.

1. Pemilihan Ember yang Cocok

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan pedang memiliki ciri-ciri berenang aktif. Karenanya, ember yang Anda pilih untuk digunakan juga harus menopangnya, yakni tidak terlalu kecil dan terlalu sempit. Jika ember yang digunakan terlalu sempit, ikan akan memiliki sedikit ruang untuk bergerak dan dapat melompat keluar.

Oleh karena itu, ember yang digunakan harus berukuran cukup besar, misalnya dengan memilih ember yang berkapasitas 10 galon air atau lebih. Karena itu memberi mereka cukup ruang untuk berenang dan bergerak. Ini juga merupakan ide yang baik untuk menumbuhkan ikan pedang dalam ember ini untuk digunakan hanya selama pemijahan.

Oleh karena itu, karena media pembiakan ikan pedang berbentuk gentong ini sangat terbatas, maka Anda dapat mengembangbiakkan 2 indukan, yaitu 1 jantan dan 1 betina. Idealnya untuk membudidayakan 2 ekor ikan, volume air minimal yang dibutuhkan untuk memelihara adalah 10 liter.

2. Pemijahan Ikan Pedang

Jika sudah menyiapkan ember untuk penangkaran ikan pedang, langkah selanjutnya adalah pemijahan. Anda bisa mengisi ember dengan air. Idealnya, tingginya sekitar 40 hingga 50 cm. Untuk melakukan pemijahan ini, Anda juga harus menyiapkan jaring dengan lubang lebih kecil dari satu menit agar bibit dapat masuk.

Namun pastikan juga agar indukan tidak masuk lubang. Tujuannya agar isian dapat melindungi telur agar tidak dimakan oleh induknya. Selain jaring, Anda sebenarnya bisa memanfaatkan tanaman air untuk menyembunyikan telur-telur tersebut nantinya.

Perlu dicatat bahwa, sebenarnya, untuk bertelur di ember, jangan langsung menaruh ikannya di tempat pertama. Pertama, Anda perlu memasukkan air ke dalam ember, lalu menambahkan daun ketapang yang sudah dicuci dan dikeringkan. Kemudian tunggu 2 atau 3 hari sampai air berubah menjadi coklat. Setelah itu, Anda bisa memasukkan ikan pedang ini ke dalam jaring yang dibenamkan ke dalam air.

Pada tahap pemijahan ikan, sebaiknya diberikan pakan rutin dua kali sehari. Tujuannya agar proses pemupukan berjalan optimal. Nah, setelah proses pembuahan, perut ikan pedang betina akan membesar. Pada saat ini perlu dilakukan pemisahan ikan jantan untuk mencegah ikan jantan memakan anak ikan, setelah anakan ikan pedang lahir, mereka hanya dapat membawa ikan betina.

Membudidaya Ikan Pedang Di Sawah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebenarnya sangat mudah untuk membiakkan ikan pedang ini. Mengapa? Karena ikan ini bisa mengatur suhu, maka bisa dibudidayakan di berbagai media. Meski ikan merupakan ikan hias, namun juga bisa dibudidayakan di persawahan.

Cara ini tentunya efektif, terutama bagi yang tidak ingin mengganggu kolam renang atau membeli akuarium dengan harga yang lebih mahal. Karenanya, jika Anda memiliki sawah yang berkualitas, Anda bisa memanfaatkannya sebagai lahan subur. Proses budidaya adalah sebagai berikut.

1. Penebaran Indukan Ikan Pedang

Perlu Anda ketahui bahwa ikan pedang merupakan ikan segar yang cocok untuk budidaya, dan juga cocok untuk budidaya di berbagai media budidaya, salah satunya adalah persawahan. Ikan ini hidup di sungai besar dan di aliran sungai di habitat aslinya yang banyak terdapat tumbuhan.

Diketahui bahwa ikan ini tahan terhadap air payau. Oleh karena itu, dianggap memiliki efek pendukung dan terawat dengan baik di air dengan sanitasi rendah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan ini juga suka hidup berkelompok dan aktif berenang. Karenanya, bertani di sawah juga sangat efektif karena akan mendorong pergerakan ikan.

Cara yang baik untuk membudidayakan ikan pedang adalah dengan memastikan bahwa kuda betina mereka benar-benar siap untuk kawin dan dalam kondisi yang baik sebelum menyebarkan sapi pedang ke ladang. Proporsi ikan yang akan Anda pelihara juga harus benar, misalnya 1: 5 yang artinya lebih banyak betina. Mengapa? Karena ikan jantan biasanya memiliki ciri-ciri yang lebih penting, bisa jadi berbahaya.

Jika lahan garapan yang digunakan cukup luas (misalnya di persawahan ini), sekitar 30 hingga 50 ekor kuda jantan bisa ditempatkan di persawahan. Sangat penting juga untuk memasang jaring di lokasi budidaya ini. Ukurannya bisa ditentukan jika benur bisa masuk dan indukan tidak bisa menerobos.

2. Perawatan Ikan Pedang

Seperti yang kita ketahui bersama, walaupun ikan layar dapat mentolerir perbedaan suhu, namun suhu yang tepat akan sangat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan ikan ini. Oleh karena itu, kisaran suhu yang benar adalah 18-27 derajat Celcius. Penting juga untuk menjaga nilai pH air lapangan, yaitu bekerja keras antara 6 dan 8.

Oleh karena itu, walaupun usahatani seperti ini dilakukan di lapangan, sangat penting untuk dilakukan pengecekan kadar air. Ini karena seperti jenis ikan lainnya, ikan pedang selalu ingin merasa nyaman di tempat tinggalnya. Oleh karena itu, jika habitat tidak nyaman, ikan akan mudah sakit.

Selain itu, sejak budidaya ikan dilakukan di lapangan, perhatian khusus juga harus diberikan. Cara efektif untuk membudidayakan ikan layar di sawah adalah dengan memastikan kualitas air yang terjaga. Salah satunya adalah kemungkinan masuknya pestisida.

Budidaya ikan di lapangan tidak menutup kemungkinan memudahkan pembuatan pestisida atau penyusup lainnya. Hal ini perlu Anda perhatikan secara khusus, terutama di musim hujan. Mengapa? Karena air bisa mengalir dari mana saja, seperti dari berbagai sungai yang bisa masuk ke sawah. Atau kemungkinan pemupukan di sawah bisa menimbulkan masalah ikan.

Oleh karena itu, untuk membudidayakan ikan pedang di sawah, Anda perlu memastikan bahwa air yang menuju ke persawahan benar-benar tertutup rapat. Ini dapat meminimalkan kemungkinan masuknya pestisida.

Membudidaya Ikan Pedang di Kolam Terpal

Selain menggunakan budidaya, ember dan persawahan sebagai tempat penangkaran, budidaya ikan pedang juga dapat dilakukan di kolam terpal. Cara ini sangat efektif karena biaya yang Anda butuhkan juga sangat kecil. Mengapa? Karena alat yang Anda butuhkan adalah kain tahan air, harganya pun tidak mahal.

Kolam terpal bisa Anda letakkan di atas tanah dan terpal di pinggirnya. Cara pembuatan kolam ini sangat efektif, yaitu menghindari kebocoran pada kolam itu sendiri.

Untuk membangun kolam di atas tanah semacam ini, Anda juga perlu meratakan permukaan bawah tanah. Misalnya diberi batu bata dan dilapisi kulit kacang. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membuat pangkalan ini adalah sebagai berikut:

1. Memperhatikan Volume Air

Sebelum berencana membudidayakan ikan layar di kolam terpal, terlebih dahulu Anda perlu memahami ciri-ciri ikan ini, bukan? Nah, ikan pedang ini bercirikan ikan perenang aktif. Oleh karena itu lokasi yang digunakan juga harus menunjang aktivitasnya.

Ciri lain dari ikan pedang ini adalah mereka suka hidup berkelompok. Namun bukan berarti ikan ini suka merantau secara berkelompok. Pada anakan, jika lebih banyak betina di kolam, efeknya akan lebih baik. Misalnya, jika Anda ingin memelihara 4 ikan pedang, rasionya adalah 4: 1.

Mengapa? Karena ikan jantan akan lebih agresif terhadap ikan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan ruang kosong untuk berkembang. Idealnya, ikan pedang membutuhkan sekitar 5 liter air.

Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan ini lebih suka hidup berkelompok, sehingga kebutuhan air di dalam kolam tentu lebih banyak. Misalnya, 4 ekor ikan sekitar 20 liter membuat ikan lebih nyaman. Bagi yang masih bingung berapa kapasitas tangki yang bisa digunakan, maka idealnya kapasitas tangki harus 10 galon atau lebih.

Dengan kapasitas tambak yang ideal akan membuat ikan lebih nyaman. Sehingga mereka bisa berenang dengan bebas di akuarium.

2. Pemberian Pakan Ikan

Selain memperhatikan tempat, cara budidaya ikan layar juga sangat penting, dan memperhatikan makanan juga sangat penting dan penting. Pasalnya, melalui pemberian pakan yang baik, ikan dapat berkembang dengan baik dan terhindar dari berbagai penyakit.

Padahal, memberi makan ikan pedang juga sangat mudah. Karena ikan ini merupakan pemakan, maka tidak sulit untuk memberi makan. Ikan pedang yang dibesarkan di alam liar akan menjadi omnivora, termasuk larva, alga, dan tumbuhan lainnya.

Namun bila ikan pedang ini masih muda sebaiknya pakan yang diberikan banyak mengandung protein. Misalnya daphnia, cacing, artemia, dll. Jenis ikan kering juga bagus untuk ikan ini. Pakan ikan juga harus berkualitas tinggi, seperti ikan yang khusus didapat di toko.

Padahal, jenis pakan nabati yang ditambahkan pada ikan ini sangat penting. Misalnya berupa serpihan alga. Selain itu, disarankan juga untuk memberi makan ikan ini dengan sayuran sebagai pelengkap nutrisinya. Misalnya mentimun rebus, bayam rebus atau labu rebus dalam bentuk nabati alami atau bentuk lainnya (misalnya melalui suplemen).

Harus juga diatur penyediaan pakan untuk ikan pedang yang bisa dilakukan 2 sampai 3 kali sehari. Memberi makan terlalu banyak setiap kali adalah rutinitas yang sangat penting. Mengapa? Karena sebanyak apapun ikan yang anda masukkan, ikan ini tetap akan menghabiskan makanan yang diberikan.

Baca Juga:

Kemampuan Mata Burung

Membudidaya Ikan Pedang Dapat Untung

  1. Cek harga pasar.
  2. Sediakan media budidaya.
  3. Menyediakan sumber air yang baik.
  4. Pilih induk yang berkualitas tinggi.
  5. Lakukan proses pemijahan.
  6. Sediakan pakan atau makanan bergizi tinggi.
  7. Rawat larva.
  8. Reaksi dan ekspektasi saat terserang hama dan penyakit ikan.
  9. Panen
  10. Lakukan pemasaran dengan baik.

Menganalisis Usaha

Bukan rahasia lagi kalau budidaya ikan pedang bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, karena ikan hias ini juga sangat populer di pasaran. Cara budidaya ikan pedang ini juga sangat mudah, meski begitu para pembudidaya lapangan tidak bisa menyepelekan dan membutuhkan perhitungan yang tepat.

Apalagi bagi para pemula, jika ingin mengikuti atau mengikuti fenomena trend yang ada untuk bertani pasti akan kesulitan, apalagi jika anda sedang bersemangat untuk membeli ikan namun belum menyiapkan alat dan keperluan lainnya. Saya mungkin akan menyesalinya nanti.

Oleh karena itu ada baiknya melakukan analisa budidaya yang cermat dan efektif sebelum anda mulai mencoba budidaya ikan layar, karena perhitungan ini sangat penting untuk menunjang usaha anda. Mengapa? Pekerjaan pemeliharaan akan dilakukan di masa depan.

Modal Budidaya

Padahal, untuk memulai usaha ini tidak hanya perlu menyiapkan telur ikan saja. Namun anda juga perlu membeli alat lain, seperti kolam, akuarium, pakan, listrik dan alat lainnya yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, Anda juga perlu mempelajari cara budidaya ikan yang benar terlebih dahulu agar dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan Anda di masa depan.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk budidaya ikan pedang, yang pertama adalah pembelian jenis ikan. Pastikan bibit yang Anda gunakan bagus dan sehat. Untuk membeli bibit tersebut, modal yang dibutuhkan adalah Rp 3.000.000. Sedangkan pembelian selang dan Paralon dikenai biaya Rp. 80.500.

Selain itu biaya untuk membeli ember adalah Rp. 94.500. Dalam pertanian jenis ini, Anda juga perlu menggunakan pompa air untuk pengairan. Biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 300.000, satu kontainer dan satu jerigen harganya juga bisa Rp. 75.000.

Perlengkapan lain yang dibutuhkan termasuk perlengkapan dengan harga sekitar Rp. 250.000. Kemudian pembelian bersih dengan modal Rp. 145.000. Selain itu, jika Anda membutuhkannya di masa mendatang, Anda perlu membeli terpal dan selang. Biayanya sendiri Rp. 75.500

Dalam budidaya ikan pedang ini juga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pakan Pengjiadan. Sedangkan untuk pakan yang dibutuhkan selama 30 hari biayanya kurang lebih Rp 2 juta. Dan berikan pakan tambahan yaitu RP. 800.000 juga perlu menambahkan bahan lain untuk mendukung perkembangan ikan. Harganya sekitar Rp. 450.000.

Selain itu, pemberian vitamin juga sangat penting. Modal yang dibutuhkan Rp. 700.000. Pembelian obat adalah Rp. 760,000. Tagihan air dan listrik juga perlu dimasukkan dalam analisis bisnis. Biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 1.035.000. Sedangkan biaya untuk membeli kebutuhan lainnya adalah Rp. 80.000.

Berdasarkan informasi rinci tentang modal usaha ikan pedang di atas, dapat dihitung bahwa modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ikan pedang sekitar 14 juta. Dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Namun, jika memang ingin berkecimpung di industri ini, hasil yang didapat di kemudian hari juga bisa sangat besar.

Kelebihan Budidaya

Kalau kita bicara tentang kelebihan atau kelebihan budidaya ikan pedang memang banyak. Seperti yang telah disinggung di atas, alasannya adalah budidaya dan penjualan ikan ini cukup mudah. Harga ikan pedang ini di pasaran juga berbeda yaitu harga tiap ikan berkisar antara Rp10.000 hingga Rp18.000. Interpretasi harga tentu saja tergantung pada kondisi dan keadaan pasar.

Kelemahan Budidaya

Walaupun cara budidaya ikan pedang ini terbilang mudah, namun pemasarannya juga mudah, namun juga memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, sebelum berencana memulai bisnis kembali, diperlukan kalkulasi terbesar. Dengan cara ini semua kelemahan ini bisa diatasi di masa depan.

Diantara kelemahan tersebut, meski penjualan ikan ini mudah karena peminatnya banyak, namun pesaingnya juga tinggi. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan kualitas ikan dalam perawatan dan konservasi yang baik agar tidak bersaing.

Selain itu, seperti jenis ikan lainnya, budidaya ikan pedang juga membutuhkan kesabaran ekstra. Alasannya adalah agar ikan bisa tumbuh secara normal, Anda perlu kontrol yang terbaik. Misalnya mengenai kondisi air, makan, dll. Jika hal-hal sepele ini diabaikan, pertumbuhan ikan mungkin tidak memuaskan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0